Kamis, 22 Desember 2011

Cepat Sembuh ya Tikha...


Bermula kemarin siang saat hari terakhir ujian semester. Aku lupa membawa buku raport yang seharusnya sudah dikumpul hari ini. Berbekal janji dengan sehabatku, Tikha, aku terpaksa pulang ke rumah untuk mengambil raport lalu kembali lagi ke sekolah.

"Tikha..!!!" panggilku dari kejauhan. Ya, memang aku janjian dengannya didepan sekolah untuk kemudian bersama-sama pergi ke rumah wali kelasku untuk menyerahkan raport kami berdua.
Pukul menunjukkan hampir jam 11 siang. Ditengah perjalanan Tikha mengajakku pergi makan bakso di Bontonompo, tak jauh dari sekolah. "Yah.. tadinya aku mau ke warnet, Tikha..." jawabku bingung. "ayolah.. kita pergi makan baksonya mas Joko, enak lhoo.." sanggah Tikha. Hmm.. ya memang sudah lama aku merencanakan hal ini dengan Tikha namun belum sempat terlaksana. Ya sudahlah.. aku pun mengiyakan tawaran Tikha, toh aku juga bosan ke warnet terus. hihihi.. :D

Jalan tak begitu ramai rupanya, angin sepoi-sepoi melambai kami. Membawa hawa kebebasan penatnya rasa ujian yang menenggelamkan kami selama 14 hari berturut-turut. Motorku berjalan pelan, sambil memandang sekitar ditemani senda gurau Tikha yang duduk dibelakangku. "Tikha, masih jauh gak sih tempatnya?" tanyaku yang sebenarnya belum pernah pergi ke warung Bakso tersebut. "ah tidak jauh kok.. jalan saja terus nanti aku yang kasih tahu kalau sudah dekat". Aku hanya mengangguk mengiyakan.

Beberapa menit pun berlalu. Kami masih terhanyut suasana jalan yang ramai lancar dengan lukis persawahan hijau di sisi kiri kami hingga akhirnya sebuah mobil kijang coklat muda yang mencoba mendahuluiku menyentuh sedikit kaca spion sebelah kanan. Sekejap, motorku tersentak dan aku pun kehilangan keseimbangan. Serasa petir menyambarku detik itu juga dan membawa darahku mengalir cepat ke kepala. Bisa ku rasakan Tikha yang panik kemudian jatuh dari kedudukannya. Aku tak sempat menoleh, hanya mencoba menyeimbangkan diri dan mengambil alih kesadaranku kembali untuk menepikan motorku.

"Tikha...!!!!!!!!!!!!!!!!!!" pekikku melayang membawa orang-orang sekitar berdatangan mengerumuni kami. Ingin rasanya aku jatuh pingsan saat berlari kembali dan melihat Tikha yang sudah terbaring di tanah. Dia kejang-kejang! badannya gemetar dan matanya terkatup-katup. Mulutnya terbuka menandakan sesak nafasnya dan pelipisnya penuh luka. Aku menangis memeluknya erat-erat. Pikiranku melayang jauh kemana-mana. Kekhawatiranku mencapai puncak teratasnya. Warga sekitar yang sudah ramai berdatangan, membawa Tikha ke slah satu rumah disana. Akhirnya Tikha harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang tak sadarkan diri.

Semalaman aku mengkhawatirkannya. Entah apa yang terjadi dengannya dan bagaimana keadaannya sekarang. Siang ini ku putuskan menjenguknya bersama Ningsih, teman sekelasku. Sesampainya di kamarnya, aku memandangnya sedih. Kondisinya memang lemah. Jarum infus menjalar di tangannya. Tak kuasa aku melihat keadaannya. Dipikiranku hanya ingin agar Tikha cepat sembuh. Semua yang terjadi memang tidak dapat kembali. Hanya bisa mengambil hikmah di setiap peristiwa yang terjadi. Cepat sembuh ya Tikha.. We all love you... :')

Rabu, 21 Desember 2011

Goresan Baru


Hmm.. sudah lama tak menulis. Gatal terasa tangan ini mengingat masa-masa jayanya dulu. Mungkin aku terlalu sibuk dengan perputaran dunia dan episode hidupku yang selalu berubah-ubah. Sehingga sulit ku beradaptasi dan membiarkan kemampuannya hilang begitu saja seiring berjalannya waktu. Hufft.. kebodohan jenaka. Dari mana ku dapat sambutan hangatnya orang-orang tersohor dulu? juga senyum bangga orang tua? tangan ini, tangan ini yang membuat semuanya begitu berwarna. Membawaku pada frasa-frasa yang terukir indah dikala gundah menyelimuti, dikala bahagia menghampiri. Maafkan aku..

Kini, ku rasa cukup leha-leha yang ku biarkan tertanam pada tangan cantikku. Jari-jarinya harus tetap menari indah pada setiap tulisan yang ku banggakan tuk menghibur diri sendiri. Juga jari-jari lentur yang setia bersenandung diatas lubang-lubang seruling yang ku mainkan. Ah, shymponi lama yang indah. Ingin ku mengulang semua..

nah, maka bersiaplah untuk goresan baru yang akan ku layangkan bersama semilirnya angin-angin. Kan ku bawa kejayaanmu yang dulu mengembang di angkasa lalu pudar begitu saja karena ulahku. Bersemangatlah.. :)